Monday, 15th March 2010.

Sudah beberapa kali kasus ini menimpa saya yang suka menggunakan Blogdesk sebagai desktop application buat posting. Kasusnya adalah HTML tag “<” dan “>” menghilang dengan sendirinya dan mau ngga mau harus masuk ke panel wordpress dan meng-edit secara manual. Pekerjaan yang sangat melelahkan.

blogdesk

Anehnya kasus ini hanya menimpa hosting yang security dan juga downtime servernya sangat kecil. Salah satunya KnownHost yang saya akui adalah salah satu hosting yang servernya mantabs! Cuma karena waktu dulu udah males harus bolak balik gonta ganti tag, akhirnya pindah hosting lagi.

Posted on Wednesday, 12th August 2009 in Case Study, Wordpress | Comments (1)

Yang udah punya blog semacam wordpress pasti tau yg namanya plugin Akismet kan? Yang dipake buat filter comment apakah masuk kategori spam ato kagak.

spam-food

Iseng tadi ngecek jumlah comment spam setiap blog dan jadi berpikir dan bertanya-tanya, semakin banyak comment spam maka trafik jg akan semakin banyak :D

Ini hanya analisa pribadi soale tak liat hampir smua sama blog yang tak bikin dan cek spam comment. Hasilnya adalah makin banyak spam makin gede trafiknya, ato mungkin ada yg terbalik? Ini dengan catatan semua menggunakan akismet, kagak tau kl plugin comment yg lain yak.

Posted on Wednesday, 1st April 2009 in Case Study, Wordpress | Comments (6)

Kenal dengan nama plugin bstat? Jika blom lebih baik jangan kenal plugin itu :D

wordpress-plugin

Dari sisi SEO memang bagus karena akan mencatat hasil search result di dalam postingan kita. Dilain pihak, memakan resource yang lumayan besar dan juga memakan space untuk database yang terus terang sangat keterlaluan dan menjijikan ukuran databasenya.

Keuntungan menggunakannya adalah trafik jadi lebih mantap yang akhirnya menjadikan earning semakin bertambah karena visitor juga lumayan banyak.

Sedangkan kerugiannya adalah karena data yang diambil makin lama makin banyak sehingga membuat ukuran database semakin membengkak. Akibatnya kalo mo pindah hosting jadi ribet banget, trus kalo servernya ngga kuat bisa berakibat hosting down ato sering banget restart sendiri.

Posted on Monday, 30th March 2009 in Case Study, Wordpress | Comments (21)

Selama ini jika harus insert table pasti selalu bikin dulu di Dreamweaver, baru setelah itu insert di posting. Ini pekerjaan yang menyebalkan dan tadi pagi iseng nyari-nyari plugin wordpress tentang table dan ternyata ada :D

Tapi ternyata pembuat plugin wp-table ini ternyata udah ngga men-support plugin tersebut ke versi WP yang lebih tinggi lagi (hanya sampe WP versi 2.3. Tapi untungnya ada juga yang mau memperbaikinya dan compatible dengan WP 2.5.1 dan ternyata bisa juga sampe WP 2.6.

Jadi ngga sia-sia nih install plugin WP table fix dan ternyata perbaikannya cukup mudah. Cari file wp-table.php dan liat baris kode 344.

Posted on Monday, 6th October 2008 in Wordpress | Comments (3)

Iseng - iseng blogwalking dan ketemu web yang katanya sekarang menggunakan fasilitas web 2.0 dan mencoba meraih dollar lewat program PPC seperti Google Adsense dan program affiliate seperti Amazon.

Ada beberapa kesalahan FATAL yang terlihat dalam menggunakan web 2.0 dalam hal ini adalah menggunakan engine Wordpress. Biar tidak salah langkah, berikut ada beberapa masukan.

1. About Page. Biasanya setelah selesai instalasi Wordpress akan muncul posting ‘Hello World’ beserta komentar dan juga About Page. Mungkin posting Hello World sudah dihapus tapi kesalahan fatalnya adalah about page masih menggunakan standard wordpress (tau kan gimana kalimatnya). Apa akibatnya? Search engine meng-index ratusan juta web setiap hari dan jika situs anda masih menggunakan About Page bawaan Wordpress maka situs anda termasuk digolongkan duplikat konten. Solusinya gampang, edit saja About page tersebut dengan kata-kata anda sendiri :)

Posted on Saturday, 13th September 2008 in Case Study, SEO, Wordpress | Comments (14)