Suatu ketika ada seorang anak yang masih terbilang cukup muda yang mempunyai kemampuan dalam bidang ilmu kacang goreng lengkap dengan cara penyajiannya dan para teman dan pelanggannya pun sangat setia dan selalu membeli kacang gorengnya karena rasanya selalu berbeda.

Si anak ini pun sudah melakukannya selama lebih kurang 5 tahun dan merasa kemampuannya sudah mentok dalam hal kacang goreng. Dan sebelumnya dia sudah bertemu dengan beberapa orang temannya yang ternyata mempunyai bisnis kacang rebus dan kacang gosong. Ternyata dengan bisnis kacang rebus dan kacang gosong penghasilan mereka 3-5 kali lipat dari penghasilan si anak yang berbisnis kacang goreng.

Setelah bertemu dengan beberapa rekannya tersebut, ternyata si anak juga diajak bertemu dengan seseorang yang mempunyai bisnis kacang busuk. Dari sekedar ngobrol saja sampai akhirnya si anak ini memutuskan untuk tidak berbisnis kacang busuk tetapi mencoba bisnis kacang rebus dan kacang gosong saja.

Setahun telah berlalu, saat si anak mencoba bisnis kacang rebus dan sepertinya merasa kelelahan karena banyak sekali ternyata uang yang harus dia keluarkan akan tetapi untungnya tidak begitu signifikan seperti yang temannya utarakan. Begitu pula saat dia mencoba bisnis kacang gosong, tetap saja bisnis kacang gorengnya paling laris. Tapi karena niatnya yang sangat membara untuk bisa mendapatkan penghasilan setara atau melebihi teman-temannya tersebut, akhirnya dia iseng membuat kacang goreng join dengan donat bakar. Ternyata lumayan juga ada tambahan penghasilan dan akhirnya bermacam-macam (add-on) kacang goreng plus-plus seperti misalnya dengan pisang goreng, ayam panggang, dll.

Dengan semangat yang masih membara, dia pun melakukan ekspansi dengan membeli sebuah gedung lantai 16 dimana setiap lantai mempunyai produk bikinan dia sendiri dan dia pun teringat akan pertemuannya dengan si pebisnis kacang busuk. Walaupun ternyata di daerah si pebisnis kacang busuk ini menetap sudah banyak memakan korban tetapi dengan kemampuannya bersilat lidah dan memutarbalikkan fakta membuatnya tetap eksis dan sekarang pun si pebisnis kacang busuk ini sudah ekspansi ke kota si pebisnis kacang goreng dan juga kota tempat tinggal teman-temannya yang melakukan bisnis kacang rebus dan kacang gosong.

Sebenarnya si anak muda sudah mengetahui bagaimana sepak terjang si kacang busuk tapi akhirnya dia berpikir, kenapa ngga dicoba saja caranya si pebisnis kacang busuk ini. Toh dengan cara memutarbalikkan fakta dan mencoba membela diri dengan berbagai cara nantinya orang-orang tetap akan membeli kacangnya :)

Memang sepertinya kejam tapi yang namanya dunia bisnis ya bisa dilakukan dengan segala cara. Akal sehat si pemuda kacang goreng ini pun mulai diracuni oleh pikiran-pikiran saat pertemuannya dengan si pebisnis kacang busuk. Akhirnya dengan ketenaran produk kacang gorengnya yang ngga bisa ditandingi dimanapun dikotanya, dia pun menjalankan politik kacang busuknya juga dan ternyata hasilnya bisa 10 kali lipat dari penghasilannya dalam menjual kacang goreng. Akan tetapi teman-temannya dan pelanggan yang setia dengan membeli kacang gorengnya kini semakin hari semakin berkurang. Ada yang masih tetap setia beli kacang gorengnya walopun sudah tidak sevariatif dulu lagi, ada juga yang kena politik kacang busuknya.

Si pemuda tetap ngga peduli karena masih ada urusan lain yang lebih penting yaitu mengembangkan politik yang seharusnya sudah dia terapkan sejak awal bertemu dengan si kacang busuk. Si kacang busuk pun tertawa melihat tingkah si pemuda, dan dia pun berkata dalam hati “akhirnya saya mempunyai penerus, lanjutkan perjuanganmu anak muda” sambil tertawa terbahak-bahak.

——— to be continue ———

lagi nyari ide endingnya seperti apa yah enaknya :D ada yang punya saran??


Related Posts:
Mari Menyumbang Lewat Klik Iklan
Lahirnya Penerus NaraKrisna
Mendapatkan Penghasilan dari 3 Mata Uang Asing
Memilih Partner Bisnis
Bye Bye mediatemple

Posted on Wednesday, 3rd September 2008 in Personal | Comments (3)


3 Responses to “Balada Pemuda Kacang Goreng”

  1. bimoweb.com Says:

    di tunggu lanjutannya bos

  2. brokencode Says:

    gak paham … sorry tulalit sihh

  3. Freelocale.com Says:

    Gak tahu ah…kacang, kacang :P. Salam kenal bos :)

Leave a Reply